Mengapa Memilih Web Hosting Niagahoster


Saat kita ingin membuat sebuah website, baik website pribadi, bisnis online, website perusahaan, maupun aplikasi website (dibangun dengan Codeigniter, Laravel, dll).

Kita pasti memerlukan sebuah hosting yang tangguh dan tidak pernah down ketika diakses banyak orang. Oleh karena itu, kita harus pintar memilih layanan hosting untuk website yang ingin dikelola.

Awalnya saya kebingungan dan berusaha mencari referensi dari berbagai sumber yang sekiranya dapat memberikan masukan atas kesulitan saya dalam memilih penyedia web hosting terbaik.

Karena beberapa hosting yang saya coba, ada laporan dari klien jika website tidak dapat diakses menggunakan provider tertentu atau terkadang down dan tidak dapat diakses karena traffic sedang tinggi.

Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, akhirnya Saya memberanikan diri untuk mencoba layanan hosting Niagahoster (PT. Web Media Technology Indonesia) sebagai hosting untuk beberapa projek website saya.

Merujuk pada http://www.whtop.com/top.10-alexa-ranking/country-id. Niagahoster merupakan website Provider Hosting Terbaik Nomor 1 di Indonesia (Data November 2017).


 
Padahal Niagahoster merupakan pemain baru dalam dunia web hosting. Akan tetapi, dalam kurun waktu yang relatif singkat, Niagahoster telah berhasil mengumpulkan lebih dari 40.000 pengguna terdaftar dan masuk dalam top 10 perusahaan hosting dengan klien terbanyak di Indonesia. WAW banget nggak tuh?

Nah…Setelah mencoba hosting di Niagahoster, akhirnya saya benar-benar kepincut dan tetap menggunakan jasa Hosting dari Niagahoster sampai sekarang. Alasan kenapa saya lebih memilih Hosting Niagahoster karena beberapa kelebihannya sebagai berikut:

1.      Server Indonesia Terbaik
Web Hosting dengan Server Indonesia terbaik & canggih yang disimpan di Data center tier-4 DCI Indonesia.Jadi kita tidak perlu was-was dengan data yang kita simpan,atau takut diambil negara lain,karena server Niagahoster terdapat di Indonesia!

2.     Layanan Bantuan Teknis 24/7
Bantuan technical support berpengalaman yang siap membantu segala pertanyaan dan permasalahan seputar layanan web hosting yang dimiliki selama 24 jam. Customer Service Niagahoster juga bisa dihubungi melalui Live Chat, Email, Twitter, dan Facebook yang siap menjawab pertanyaan dan memberikan solusi atas permasalahan kita. Menurut pengalaman Saya pribadi, support Niagahoster terkesan ramah dan cepat dalam menanggapi keluhan dan beberapa permasalahan penggunanya.

3.       Harga Hosting yang Relatif Murah dan Banyak Gratisan
Niagahoster menawarkan paket hosting Unlimited Server Indonesia dengan potongan harga terbaik dan menjamin harga terendah di kelasnya. Dengan membeli hosting, kita juga mendapatkan Gratis Domain Selamanya (Kecuali paket Bayi). Gimana nggak hemat tuh?


 
4.     Domain dan SSL Gratis
Nah, ini salah satu yang paling saya suka dengan Niagahoster. Selain kita mendapatkan Domain secara gratis. Kita juga mendapatkan SSL (Secure Sockets Layer) secara GRATIS. Apa itu SSL?
SSL memastikan data transaksi yang terjadisecara online di enkripsi/acak sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak lain. Kegunaan utamanya adalah untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data ketika melakukan transaksi.

Dari keamanan tersebut diharapkan turut menciptakan kepercayaan dan rasa aman ketika pengunjung website melakukan transaksi di website kita.

Apabila website sudah menggunakan SSL. Maka URL diawal yang biasanya http:// akan menjadi https://. Seperti salah satu projek saya yang menggunakan hosting Niagahoster di bawah (Oh iya, ini saya buat menggunakan Framework Laravel):



5.      Sistem Keamanan Ekstra
Niagahoster memiliki sistem keamanan ekstra dan menggunakan Bitninja Smart Server Security yang akan melindungi situs kita dari serangan Hacker, DDoS, Spam, dan Malware perusak lainnya.

Anti Hacker: Bitninja Cloud Server mengumpulkan info serangan dari Bitninja Protected Server di seluruh dunia dan memfilter serangan sejenis di server lainnya.

Anti DDOS Attack: Module keamanan port honeypot. Log Analysis dan Dos Sensor Bitninja menganalisa setiap koneksi dan memblokir koneksi yang berpotensi serangan.

Anti Spammer: Fitur Botnet Pretection dan IP Reputation Bitninja memfilter IP berbahaya di seluruh dunia dan memblokirnya.

Jadi, selain aman dengan SSL, website kita juga aman dari serangan berbahaya tersebut.

6.     Menggunakan 1 Click Script
Niagahoster menggunakan 1 Click Script, dimana kita bisa menginstall aplikasi WordPress, OpenCart, Joomla, Presta Shop, Moodle, Magento dan lebih dari 280 script web lainnya yang kita suka hanya dengan sekali klik dengan menggunakan Softaculous.

7.      cPanel Terlengkap
Hosting murah berkualitas dengan fitur terlengkap. Softaculous, Site Builder, Email, Auto Responder, Auto Backup, SEO Tools dan banyak lagi lainnya yang user friendly atau mudah digunakan.

8.     Garansi Uang Kembali 30 Hari
Niagahoster juga memberikan garansi uang kembali 30 hari, dimana Niagahoster akan mengganti Uang kita jika kita tidak sepenuhnya puas atau kecewa dengan layanan web hosting mereka.Wah, gimana nggak keren tuh?

Kesimpulan dari Review Niagahoster

Jadi, kesimpulannya adalah Niagahoster memiliki kualitas yang baik. Harga tidak membuat kantong keriput, server uptime, selalu ada diskon, promosi disetiap kesempatan serta pelayanan yang memuaskan.

Itulah yang membuat Saya masih bertahan dan tidak berpindah ke lain hati sampai sekarang.

Sebagai penggunanya, Saya PUAS dengan pelayanan Niagahoster sebagai layanan web hosting terbaik Nomor 1 di Indonesia.

Apakah Niagahoster merupakan pilihan hosting terbaik untuk Anda juga?
Saya tidak bisa memaksa mengatakan IYA, karena keputusan ada di teman-teman semua.

Semoga bermanfaat


Web hosting terbaik, tercepat, dan termurah? Hostinger Jawabannya!

image: www.hackerspedia.com

Hosting merupakan bahan pokok untuk bisa membuat website atau blog dengan keberagaman kriteria serta jenisnya. Memilih penyedia layanan web hosting harus teliti dan cermat karena hosting menentukan stabilitas performa weblog yang akan kita buat. Hosting merupakan tempat penyimpanan file data baik berupa artikel, foto, video, dan data lainnya yang nantinya akan ditampilkan oleh sebuah website. Ciri-ciri website yang berkualitas adalah akses untuk menuju website tersebut cepat. Informasi yang banyak tidak menghalangi akses menuju website tersebut menjadi lambat. Hal ini karena website menggunakan hosting dengan server yang berkualitas.

Memilih hosting dengan kualitas terbaik memang gampang-gampang susah. Banyaknya perusahaan web hosting membuat konsumen semakin bingung untuk menggunakan hosting karena banyak pilihan dan referensi. Perusahaan web hosting khususnya di Indonesia banya yang menawarkan berbagai promo atau memberikan beberapa paket hosting yang sedang dibutuhkan konsumen. Setiap penyedia jasa web hosting pastinya memiliki beberapa strategi untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Memilih hosting harus didasari dengan beberapa pertimbangan yaitu dengan memperhatikan reputasi provider web hosting, kualitas, performa dan kecepatan server, stabilitas, keamanan, fitur, kapasitas disk space, harga, dan sejumlah poin penting terkait lainnya.

Hostinger.co.id sudah terbukti dalam memberikan layanan web hosting kepada pelanggan. Bagi sahabat pembaca yang sedang membutuhkan referensi layanan web hosting berkualitas, saya sangat merekomendasikan anda untuk menggunakan layanan web hosting murah kelas dunia ini. Hostinger menawarkan harga hosting unlimited paling murah dengan kualitas yang bisa diandalkan. Jika sebagian besar web hosting murah tidak diimbangi dengan performa server yang baik dan cenderung memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan dengan adanya sejumlah permasalahan, maka hostinger menjamin kepuasan konsumen dengan kualitas server yang cukup cepat dan stabil.

Apa benefit yang akan anda dapatkan dengan memilih Hostinger? Menurut pengetahuan dan pengalaman saya, berikut beberapa benefit yang dapat anda nikmati dengan memilih paket hosting dari Hostinger:

1. Nama Domain Gratis 
Harga domain TLD (Top Level Domain) tidaklah murah. Anda harus mengeluarkan biaya lebih dari 100 ribu rupiah untuk memiliki sebuah nama domain tingkat atas. Di Hostinger, anda bisa berhemat karena mereka sudah memberikan free nama domain dalam layanan web hosting Premium dan Bisnis.

2. Web Hosting Unlimited
Kata unlimited mungkin sudah sering anda dengar untuk beberapa fasilitas yang tersedia saat ini. Web hosting unlimited adalah sebuah layanan provider hosting yang memberikan pelayanan tanpa batas. Dengan kemudahan fasilitas web hosting unlimited ini tantu saja membuat anda semakin dimudahkan dalam mengelola akun website atau blog yang anda miliki.

3. Jaminan Kualitas Layanan
Semestinya kita perlu bersikap lebih waspada dan tidak menaruh rasa percaya begitu saja terhadap jaminan kualitas yang ditawarkan karena masih harus melewati tahap pembuktian. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, komitemen Hostinger untuk memberikan kualitas layanan bermutu meski dengan harga yang sangat murah ternyata memang terbukti.

Hostinger menyediakan sertifikat SSL (Secure Socket Layer) gratis untuk semua pengguna paket Bisnis. Menurut saya SSL sangat penting ada dalam website anda untuk menjaga keamanan informasi data yang bersifat pribadi seperti email pelanggan, informasi kartu kredit, transaksi keuangan, alamat, password dan data yang krusial lainnya.

Jadi apa itu SSL? SSL merupakan metode teknologi paling baru dan berfungsi untuk mengenkripsi komunikasi yang terjadi antara pengguna dan website Anda secara aman, serta mencegah penyadapan dan pencurian data penting yang dikirimkan ke web. Intinya dengan adanya SSL ini, dapat memastikan bahwa website dan pelanggan anda aman.

4. Dukungan layanan pelanggan cukup baik 
Ada tiga faktor penting yang harus kita perhatikan dari pelayanan pelanggan web hosting yang bagus, diantaranya yaitu layanan 24/7, keramahan kepada pelanggan dan masalah yang terselesaikan dengan cepat.

Saya pribadi tidak akan memilih penyedia web hosting yang tidak memiliki layanan bantuan 24/7.
Alasannya adalah kita tidak tahu kapan ada masalah dengan website kita. Boleh jadi pada malam hari, tengah malam, atau waktu subuh.

Tiga faktor dalam pelayanan tersebut bisa anda dapatkan di Hostinger. Karena Hostinger merupakan provider hosting dengan technical support terbaik di Indonesia. Tim Customer Support yang sangat ramah dan siap membantu anda secara live 24/7/365. Anda akan langsung terhubung dengan tim yang memiliki dedikasi tinggi yang siap mengatasi masalah. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan hosting, tim Hostinger sangat responsif dan siap mencari solusi tanpa harus membuat anda menunggu lama karena Tim Customer Support pada Hostinger benar-benar memahami teknologi cloud server & infrastruktur cloud hosting Indonesia

5. WordPress Hosting Murah
Teknologi yang didukung oleh NGINX, PHP7 terbaru, serta infrastruktur berbasis cloud menciptakan kecepatan dan performa terbaik. WordPress premium bisa didapat dengan harga murah. WordPress hosting dikatakan terbaik karena terbentuk dari keseimbangan di antara custom built software Super Cache demi optimasi WordPress dan SSD hardware generasi baru.

6. Jaminan Uang Kembali 30 Hari
Kemudahan lainnya yang bisa anda dapatkan dengan berlangganan web hosting di Hostinger adalah jaminan 100% garansi uang kembali dalam 30 hari jika anda tidak puas dengan paket murah yang hostinger tawarkan tanpa syarat apapun.

Nah... Setelah membaca penjelasan diatas sepertinya anda juga setujukan bahwa Web Hosting ini merupakan pilihan terbaik untuk membuat website anda?

Memilih web hosting yang tepat adalah sebuah langkah awal yang harus kita perhatikan. Hosting mahal tidak selalu bagus. Kini saatnya anda untuk berhemat. Beli web hosting murah dan berkualitas kelas dunia dengan berkunjung ke www.hostinger.co.id





Jika kamu jadi istriku

Jika kamu jadi istriku, santai saja. Kamu tak perlu ribet berdandan. Tak perlu memoles wajah sedemikian rupa. Buat apa? Toh, dengan basuhan air wudhu di setiap pergantian waktu, kamu akan selalu cantik. Kamu juga tak perlu resah dengan bentuk perut. Mau gendut mau kurus tak masalah. Sebab aku tahu, di dalam perutmu, ada rahim yang kelak melahirkan putra-putriku.

Jika kamu jadi istriku, santai saja. Tak perlu malu bila tak bisa memasak. Toh, kamu dipinang buat jadi bidadari, bukan untuk jadi koki. Iya, kan? Kita bakal masak bareng-bareng. Dan saat masakan terhidang, kita saling tatap, senyam senyum, lalu tertawa renyah saat ternyata makanan kita keasinan. Hehe

Jika kamu jadi istriku, santai saja. Tak usah gugup sebab tak bisa mengurus rumah. Toh, kamu dipinang sebagai cintaku, bukan pembantu. He'em, kan? Pagi-pagi sebelum aku berangkat kerja, kita akan beresin rumah sama-sama. Barangkali kamu yang nyapu dan aku yang mengepel. Sepakat?

Jika kamu jadi istriku, santai saja. Tak perlu takut karena menjadi istri hidupmu akan membosankan. Diam di rumah terus. Tidak. Kamu bukan satpam di rumahku, kamu penjaga di hatiku. Kita akan jalan-jalan bersama setiap hari. Lihat taman di sore hari, atau berlibur seolah setiap hari adalah bulan madu.

Jika kamu jadi istriku, santai saja. Sebab ikatan kita adalah sebuah kebaikan. Setengah agama. Kebersamaan kita akan bertabur pahala, yang setiap sentuhan-nya melenyapkan dosa-dosa. Indah kan?

Kepada kamu duhai jodohku. Jangan ke mana-mana ya. Sabarlah dengan kesendirianmu. Sebentaaar lagi saja. Aku sedang OTW, nih. Insya Allah aku akan segera datang. Mengusaikan penantianmu.

..Aby A. Izzudin..


Cara membuat Mondrian OLAP Cube Schema dengan Schema Workbench | Tutorial Pentaho BI Server

Schema Workbench adalah visualisasi antarmuka yang memungkinkan kita untuk membuat Mondrian OLAP Cube Schema yang fungsinya untuk memetakan tabel dan kolom fisik fact/dimension menjadi struktur logis cube/dimension/measures. Jadi, datawarehouse yang sudah kita buat harus kita petakan terlebih dahulu supaya dapat digunakan di aplikasi Pentaho BI Server.

Sebelumnya, unduh dulu Schema Workbench di website resmi Pentaho -> community.pentaho.com

Berikut langkah-langkah untuk membuatnya:

A. Menjalankan Schema Workbench
Untuk komputer dengan OS Windows dapat dengan meng-klik 2 kali workbench.bat atau kalau menggunakan OS Linux dengan menjalankan workbench.sh.

Setelah selesai maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini:


B. Membuat Mondrian OLAP Cube Schema dengan Schema Workbench
Selanjutnya kita akan membuat Schema dari Datawarehouse yang sudah kita buat untuk tutorial-tutorial sebelumnya. 

1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah men-setting connection. Pilih Options -> Connections:


2. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti dibawah ini: Pilih database yang dipakai dan sesuaikan settingan yang dipakai. Lalu klik OK.


3. Setelah itu, kita buat Schema baru. Caranya klik File -> New -> Schema.



4. Berikut adalah contoh Schema yang sudah dibuat. Untuk membuat Cube, Dimension, Measure, dan yang lainnya. Kita tinggal klik kanan di masing-masing list.



Schema diatas dibuat berdasarkan datawarehouse yang sudah dibuat sebelumnya (berikut screenshot-nya):


Adapun penjelasan dari Schema yang sudah dibuat adalah:
Cube 
Cube adalah bagian utama dari OLAP. Cube berisi kumpulan banyak data yang telah disatukan (diagregasi) sehingga mempercepat hasil query. Misal, data penjualan yang telah disatukan dengan data periode waktu dan jenis barang, akan mempercepat hasil query untuk menampilkan data penjualan per-minggu, atau per-bulan dan berdasarkan jenis barang tertentu. Di dalam Cube terdapat Dimension dan Measures.
Dimension
Dimension adalah bagian dari Cube yang menggambarkan suatu kategori data, yang digunakan sebagai dasar untuk merangkum data. Misalnya: dimensi waktu atau area. Biasanya pula, dimension memiliki hirarki atau jenjang atau tingkatan. Misal dimensi waktu memiliki tingkatan berupa: tahun, bulan, minggu, hari, dan sebagainya. Dimensi area, seperti propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Tabel yang digunakan sebagai dimension disebut Dimension Table.
Measure
Measure adalah bagian dari Cube yang berisi kumpulan data yang akan dirangkum, seperti data jumlah penduduk laki-laki, jumlah penduduk perempuan, kepadatan penduduk, dan lain-lain. Pada umumnya, data yang tergolong dalam measure ini tidak memiliki hirarki atau jenjang, dan dapat dilakukan proses matematis (penjumlahan, pengurangan, dan lain-lain). Tabel yang berisi data-data dalam kelompok Measure ini disebut dengan Fact Table.

5. Supaya lebih jelas, akan saya perlihatkan satu-per-satu settingan di dalam masing-masing list Schema:

Gambar 1 Schema: pada list ini kita cuma membuat nama dari Schema

Gambar 2 Cube: Pada list ini kita cuma memberi nama Cube

Gambar 3 Pada list ini kita masukkan fact table untuk membuat Measures dibawah

Gambar 4 Pada list ini kita membuat sebuah dimensi. Isi dengan nama dimensi, foreign key (merujuk ke fact table), dan type StandardDimension

Gambar 5 Berikut adalah Hierarchy. Isi dengan nama, dan primaryKey

Gambar 6 Sebenarnya untuk membuat level, kita harus menambahkan table Dimensi terlebih dahulu. Jangan sampai lupa untuk mencentang uniqueMembers! Untuk Type menyesuaikan.

Atribut uniqueMembers digunakan untuk mengoptimalkan generasi SQL. Apabila kamu tahu nilai di kolom level di Table Dimensi adalah unik maka set uniqueMembers="true", jika tidak set uniqueMembers="false". Sebagai contoh, dimensi waktu seperti [Tahun].[Bulan] akan memiliki uniqueMembers=”false” dalam level Bulan, karena akan ada bulan yang sama di tahun yang berbeda. Selain itu, apabila kamu punya hirarki [Kelas Produk].[Nama Produk], dan kamu yakin kalau [Nama Produk] itu unik, maka set uniqueMembers=”true”. Apabila tidak yakin, maka selalu set uniqueMembers="false"

Gambar 7 Untuk Measure, pilih aggregator sesuai dengan yang dibutuhkan. Seperti sum, count, and etc

6. Setelah Schema selesai dibuat, jangan lupa untuk Publish ke Pentaho BI Server. Sehingga, schema yang sudah kita buat bisa digunakan. Caranya klik File -> Publish



7. Nanti akan muncul pop-up seperti dibawah ini. Sesuaikan dengan konfigurasi Pentaho BI-Server dikomputer:



Sesuaikan Pentaho or JNDI Data Source dengan yang sudah kita buat di Pentaho BI-Server. Cara mengeceknya, jalankan Pentho BI-Server. Selanjutnya ke File -> Manage Data Sources.


Setelah selesai, tinggal klik Publish.



Cara membuat dial chart (Speedometer) dinamis | Tutorial Pentaho BI Server

Setelah sebelumnya kita membuat Tutorial bagaimana cara membuat Dial Chart (Speedometer) Statik, selanjutnya kita membuat Tutorial bagaimana cara membuat Dial Chart (Speedometer) Dinamis. Berikut langkah-per-langkah-nya:

1. Masih menggunakan Layout dan Component yang sama seperti sebelumnya. Tapi karena kita membuat yang dinamis, maka parameter yang sudah dibuat tadi dihapus saja.

2. Selanjutnya adalah membuat query di tab Datasources panel. Kalau sebelumnya kita membuat dengan menggunakan MDX query, sekarang kita coba menggunakan SQL query (Urutkan berdasarkan yang dikotak merah).


3. Setelah itu, ke tab Components panel. Di Dropdown pilih Others setelah itu cari Query Components dan masukkan Properties seperti dibawah:


Kembali ke CGG Dial Component, update parameter-nya. Sesuaikan dengan nama di Result Var diatas (Highlight biru):


Hasilnya akan seperti dibawah:



Problem:
Dial chart tidak menunjukkan hasil yang sesuai dengan query yang sudah kita dibuat.

Solusi:
Ke tab Components Panel, dan lihat Query Components yang sudah kita buat tadi. Di halaman Properties, klik Advanced Properties dan isinya seperti dibawah:


Untuk settingan default Pentaho, Priority bernilai 5. Ganti Priority menjadi 1 seperti dibawah:



Setelah itu, klik icon ‘Preview Your Dashboard’ dan akan muncul seperti ini:


CATATAN: 
Untuk JNDI (SQL query), kita harus setting dahulu di File -> Manage Datasource


Contoh JNDI yang dipakai tadi adalah kemenpar-iku:


Untuk melihat konfigurasinya, klik tombol Setting -> Edit atau bisa juga membuat koneksi baru dengan Setting -> New Connection.


Berikut konfigurasinya (Sesuaikan dengan konfigurasi database yang dipakai):



Selesai. Semoga bermanfaat :)


Cara membuat dial chart (Speedometer) statik | Tutorial Pentaho BI Server

Setelah sebelumnya kita belajar bagaimana cara melempar parameter dari satu chart ke chart lain. Sekarang, kita belajar bagaimana cara Membuat Dial Chart dalam bentuk Speedometer Statik.

 1. Untuk membuat Dial Chart (Chart yang berbentuk seperti Speedometer), langkah pertama yang kita butuhkan adalah membuat sebuah layout. Tapi karena kita sudah menggunakan layout default yang mempunyai 4 tempat untuk meletakkan chart, kita tidak perlu lagi membuat layout. Jadi langsung ke Tab Components Panel.

2. Di Tab Components Panel, yang perlu kita persiapkan adalah sebuah Dial Chart dan Parameter. Langkah pertama adalah membuat parameter, seperti dibawah (Isi Property value sesuai yang diinginkan):


Selanjutnya pilih Charts -> CGG Dial Components dan isi Properties-nya:


Keterangan:
Name         : Isi dengan nama chartnya
Range Colors Array : Untuk membuat rentang warna
Intervals Array : Untuk menentukan rentang warna dengan interval berapa-ke-berapa
Parameter         : Isi dengan nama parameter yang sudah dibuat
HtmlObject         : Isi dengan nama layout

Hasilnya akan seperti dibawah ini:



Dial Chart-nya bernilai 0 karena di Property Value pada tab Components Panel kita beri nilai = 0. Apabila kita ganti jadi 40, maka akan seperti ini:


Selesai. Semoga bermanfaat :)


Cara lempar parameter dari satu chart ke chart yang lain dengan Pentaho BI Server | Tutorial Pentaho BI Server

Setelah sebelumnya kita Membuat Chart Sederhana dengan CDE Dashboard di Pentaho BI Server. Selanjutnya kita lanjutkan dengan tutorial untuk melempar parameter dari satu chart ke chart yang lain.

Pada saat membuat Dashboard, terkadang kita ingin mengambil suatu nilai dari Satu chart dan dilempar ke Chart yang selanjutnya. Misal: Dari Chart yang menampilkan tahun, nanti kalau user klik tahun berapa akan otomatis mengambil Tahun yang diklik dan parameternya dilempar ke Chart selanjutnya. Sehingga chart selanjutnya menampilkan berdasarkan tahun yang sudah dipilih di Chart Tahun itu.

Caranya:
1. Karena kita sudah menggunakan layout bawaan, jadi kita tidak perlu membuat column baru lagi. Jadi langsung ke tab Components Panel.

2. Untuk melempar Parameter, kita perlu menggunakan ‘Simple Parameter’ di Pentaho. Caranya klik Generic, pilih Simple Parameter.


Untuk Properties:
Name : Isi dengan Nama Parameter
Value : Isi dengan Value standar. Fungsinya: Sebagai nilai default sebelum klik.

3. Di Component Panels pilih Chart -> Bar Chart (Sesuaikan dengan keperluan). Isi Properties seperti dibawah ini:


Name : Isi dengan Nama Chart
Title : Isi dengan Judul Chart
Listeners   : Isi dengan Parameter yang sudah dibuat
Parameters : Isi dengan Parameter yang sudah dibuat


Keterangan: 
Arg : Nama Argumen
Value : Isi dengan Parameter yang sudah dibuat supaya dinamis (Value berubah sesuai dengan yang user klik).

Isi Properties-nya seperti dibawah ini:


Karena kita mau mengambil Parameter dari testChart, maka kita harus mengubah Properties di testChart yang sudah kita buat sebelumnya. Seperti menjadikan clickable: True dan menambah script pada clickAction sehingga sewaktu user mengklik chart, dia akan mengambil parameter disana.


Tambahkan Script ini pada clickAction:
function(scene) {
Dashboards.log("Clicked on: " + scene.getSeries() + ", " + scene.getCategory());
// Manually changing territory to fire both changes at once
  Dashboards.setParameter('paramTahun', scene.getCategory());
  Dashboards.fireChange('paramTahun', scene.getCategory());
}
4. Selanjutnya tambahkan Datasource di Tab Datasource Panel dan tambahkan Properties seperti dibawah ini: 


Untuk contoh query-nya seperti dibawah ini (Yang pakai warna Merah itu datanya merupakan parameter untuk mengambil nilai pada testChart).
WITH
SET [~ROWS_dim-waktu_dim-waktu.tahun] AS
    {[dim-waktu.tahun].[tahun].[${paramTahun}]}
SET [~ROWS_dim-satker_dim-satker.nama-satker] AS
    {[dim-satker.nama-satker].[nama-satker].Members}
SELECT
NON EMPTY {[Measures].[pagu], [Measures].[realisasi]} ON COLUMNS,
NON EMPTY NonEmptyCrossJoin([~ROWS_dim-waktu_dim-waktu.tahun], [~ROWS_dim-satker_dim-satker.nama-satker]) ON ROWS
FROM [Kemenpar-Scheme]
Hasilnya seperti dibawah ini:



Karena data dikotak merah tidak bisa dibaca, caranya dengan mengganti settingan di Components dengan mengubah SeriesInRow menjadi TRUE


Hasil akhirnya akan seperti dibawah ini:






Membuat Chart Sederhana dengan CDE Dashboard di Pentaho BI Server | Tutorial Pentaho BI Server

Apa itu Pentaho BI Server?

Pentaho BI Server adalah Server BI yang berjalan di web application portal yang terdiri dari layanan web service, workflow pada space JVM (Java Virtual Machine), dan sebagai user interface untuk laporan operasional maupun analisis dari sebuah data. Jadi intinya, dari Pentaho BI Server ini kita bisa menampilkan atau membuat sebuah dashboard dari data yang kita punya dengan mengintegrasikan dari beberapa produk Pentaho (Seperti Schema Workbench untuk membuat skemanya dan Spoon untuk integrasi data, dll).

Supaya lebih cepat paham apa itu Pentaho BI Server, ikuti saja langkah-per-langkah dari tutorialnya:

1. Start Pentaho BI Server
Pada saat proses start, Pentaho akan men-start 2 server: HSQLDB server (database server bawaan Pentaho untuk mengolah data, didalamnya terdapat sample database yang akan kita gunakan sebagai bahan eksplorasi pentaho), dan Apache Tomcat (sebagai application server). HSQLDB menggunakan port 9001 dan Apache tomcat mengunakan port default 8080, sehingga anda harus memastikan tidak ada program lain yang menggunakan port-port ini dan Free space disk yang dipakai > 20 GB.

Untuk start Pentaho, tinggal klik ganda file start-pentaho.bat yang ada di dalam pada folder biserver-ce (kebetulan saya menggunakan Pentaho community edition). Untuk download ada disini http://community.pentaho.com/.

Tapi sebelumnya kalau kita belum setting environment, kita tinggal klik ganda pada file set-pentaho-env.bat nanti otomatis men-set environment yang dibutuhkan.

Apabila semua sudah selesai, maka tinggal akses di web browser yang dipakai kehalaman http://localhost:8080/



2. Setelah selesai login, maka akan muncul halaman seperti dibawah. Untuk membuat dashboard, klik File -> New -> CDE Dashboard atau Create New -> CDE Dashboard.


3. Kemudian akan muncul halaman seperti dibawah ini: 


Ada 3 Tab penting dihalaman ini:
Layout Panel: Untuk membuat layout tampilan dashboard, seperti column, row, dan lain sebagainya.
Components Panel: Untuk membuat komponen apa yang akan kita tampilkan di Layout nantinya, seperti jenis chart, table, radio button, check parameter, simple parameter, dan lain sebagainya. 
Datasources Panel: Untuk membuat query yang nantinya akan ditampilkan untuk komponen yang sudah dibuat sebelumnya. Seperti MDX Query, atau SQL Query.


4. Langkah pertama adalah membuat layout. Untuk membuat layout kita bisa pilih menggunakan template yang sudah dibuat atau membuat template sendiri.


Untuk menggunakan template yang sudah dibuat, kita tinggal klik ‘Apply Template’. Nanti kita tinggal pilih template yang mau kita gunakan. Gambarnya seperti dibawah ini:



Setelah selesai memilih template, klik OK. Nanti akan muncul notifikasi seperti dibawah, klik OK.


Berikut adalah tampilan dari template yang sudah dibuat, untuk mengubah judul dan yang lainnya tinggal kita edit disini. 


Untuk melihat halaman template yang sudah kita buat, kita tinggal klik icon ‘Preview Your Dashboard’. Tapi sebelumnya template yang sudah kita buat harus disimpan dulu. Caranya: klik Save As, lalu beri nama projek dan simpan. 

Yang perlu kita ingat adalah nama dari column yang dipakai. Nantinya nama itu akan dipakai untuk membuat Component Panel-nya. Jadi intinya di Component Panel nanti ada field yang mendefinisikan kalau Component yang akan dibuat itu nanti diletakkan di Layout yang mana.


Berikut tampilan template yang sudah dibuat:


5. Setelah selesai membuat Layout. Tugas kita selanjutnya adalah membuat Component Panel, yang fungsinya untuk mendefinisikan apa yang akan kita tampilkan di Layout nantinya. Seperti, Chart jenis apa, table, atau hanya membuat sebuat parameter. 

Contohnya kita mau membuat sebuah Bar Chart, maka kita pilih ‘CCC Bar Chart’.


Nanti akan muncul halaman seperti dibawah ini:


Keterangan:
Name         : Nama Component (Perhatian! Untuk nama component tidak boleh ada spasi)
Title : Judul chart yang akan kita buat (Nanti akan muncul dihalaman chart)
Datasource : Isi dengan nama datasource yang akan kita buat nanti
HtmlObject : Tempat untuk mendefinisikan component yang akan kita buat diletakkan di layout yang mana. (Contoh yang sekarang berarti diletakkan di Layout dengan nama Panel_1)

6. Setelah selesai membuat Component. Langkah selanjutnya adalah membuat Datasource. Datasource ini berisi query (terserah mau menggunakan MDX query, SQL, atau yang lainnya).

Contohnya kita akan menggunakan MDX Query untuk menampilkan data.


Pilih MDX Queries, lalu isi Properties:
Name : Nama Datasource (Ingat! Jangan sampai ada spasi)
Jndi : Isi dengan nama JNDI yang dipakai
Mondrian Schema: Isi dengan nama Schema yang sudah kita buat di Schema Workbench
Query : Isi dengan query MDX yang sudah kita buat.

Jangan sampai lupa untuk mengisi nama Datasource di Tab Components yang sebelumnya kita buat:


Setelah semua selesai, tinggal klik ‘Preview Your Dashboard’ dan akan muncul seperti ini:


7. SELESAI. Semoga bermanfaat :)



Copyright © 2017 priawadi.com All Rights Reserved.