• Jadilah orang yang sesederhana mungkin yang kamu bisa
  • Jadilah orang yang sesederhana mungkin yang kamu bisa
  • Jadilah orang yang sesederhana mungkin yang kamu bisa
  • Jadilah orang yang sesederhana mungkin yang kamu bisa

Search

Loading...

Kemasan Susu Indomilk dan Pesan Berbahaya di dalamnya

Tidak seperti malam-malam biasanya, tadi malam saya diajak kakak sebelah kamar kosan untuk sholat bareng ke masjid Al-Hurriyyah, dan tidak seperti biasanya lagi karena tadi malam bertepatan dengan akan terjadinya gerhana bulan. Saya sieh kalo diajak sama yang namanya temen, apalagi yang namanya untuk kebaikan pasti bakalan bilang "iya" apalagi untuk sholat ke masjid!! hehe

Sebelum berangkat ke masjid, kami menunggu temen temen si kakak sebelah kamar. Ohh langsung sebut mereknya aja kali ya?? hehe, nama kakak sebelah kamar gw itu Helfi (Bengkulu) dan temennya Bobby (Medan) dan kebetulan mereka berdua lagi menempuh program S2 di IPB. Nahh,, setelah kak Bobby sampai akhirnya berangkatlah kami bertiga ke Masjid Al-Hurriyyah dengan jalan kaki. #kekekeke

Sehabis sholat Isya dan sholat sunnat setelah Isya, saya masih berdiam diri di masjid karena kakak-kakak berdua tadi belum ngajak pulang. Intinya sieh saya males jalan sendiri, jarak antara masjid dengan kosan cukup jauh soalnya. hoho

Setelah agak lama berdiam diri di masjid, tak lama kemudian sang Imam mengambil microphone dan menjelaskan bawasanya akan diadakan sholat sunnah gerhana bulan, kalo gak salah dengar namanya sholat khusuf. Jujur saya baru tau dan baru pertama kali ini melaksanakan sholat gerhana. hoho, ternyata sholat khusuf itu unik teman-teman. Uniknya, ada 2 rakaat dan setiap rakaat itu ada 2 ruku'. Jadi setelah ruku' pertama kita kembali membaca Al-Fatihah.

Duhh,, kayaknya gak sesuai sama judulnya dah?? #kekeke

Oke, sekarang kita berada dijalur yang benar. Nahh,, ceritanya setelah sholat gerhana, saya dan kakak-kakak tadi kumpul bentar di Masjid. Tidak lama kemudian, kak Bobby memecahkan suasana dengan menunjukkan sebuah gambar di Handphonenya yang ternyata gambar kemasan "Susu Indomilk". Dia bertanya "Kira-kira ada yang janggal gak dari gambar itu?" Semuanya bengong dan keliatannya gambar itu normal-normal aja kok. Yang mencolok disana hanya gambar 2 orang Pria Dewasa (yang hampir sebaya) dan 1 orang anak kecil.

Kak Bobby, "Gak ngeh yah? Coba lihat, disitu ada 2 orang Pria Dewasa dan 1 orang anak. Nahh berarti disitu secara tidak langsung dijelaskan, keluarga yang sehat itu terdiri dari 2 orang Ayah (Pasangan MA*O dan seorang anak)". Kami semua bengong dan baru ngeh. Kak Bobby "Coba deh baca Suara Publika di Harian Umum Republika pada Jum’at 2 Desember 2011"

Berikut kira-kira surat pembacanya..

Seorang pembaca Harian Republika, Anangga K, dari Tangerang, menulis Surat Pembaca pada hari Jum’at (02/12/2011) tentang pesan berbahaya yang terdapat dalam kemasan Susu bubuk full cream ukuran 400 gr bermerk Indomilk. Berikut lengkapnya!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Fakta ini saya temukan secara tidak sengaja sekitar dua hari lalu (29/11). Pada hari itu, saya dan istri saya pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari di hipermarket terdekat. Seluruh kebutuhan tersedia dan kami temukan dengan mudah. Keganjilan muncul di benak saya ketika kami membeli susu bermerek Indomilk bubuk full cream instan ukuran 400 gr (JBC1025002).
Ketika istri saya menunjukkan susu bubuk yang dimaksud, tersirat dalam pandangan saya hal yang aneh dalam kemasannya. Setelah diperhatikan lagi, ternyata orang tua dalam foto keluarga yang menjadi model kotak susu itu adalah kedua-duanya pria.
Pada umumnya, apabila sebuah brand susu menampilkan foto keluarga, pasti terdiri atas keluarga utuh-ayah, ibu, dan anak-bukannya ayah, ayah, dan anak. Disadari atau tidak, gambar tersebut memiliki pesan, sebuah keluarga yang sehat terdiri atas ayah dan suaminya yang memiliki seorang anak-hasil adopsi atau tidak.
Mungkin hanya pikiran saya yang terlalu mengada-ada atau memang pesan nyata yang disampaikan oleh produsen susu tersebut, eksistensi kaum penyuka sesama jenis saat ini mulai dipublikasikan di Indonesia. Melalui media-media yang banyak orang dewasa tidak menyadarinya.
Padahal, seperti yang kita tahu, susu tersebut ditujukan untuk anak-anak yang daya tangkap subconcious brain-nya sangat baik. Hal terburuk yang dapat terjadi apabila dibiarkan terus-menerus adalah pembentukan karakter anak menuju arah yang salah.
Entah kekeliruan ini merupakan ketidaksengajaan atau sesuatu yang disengaja, saya pribadi mengimbau pada produsen susu Indomilk untuk menginspeksi kemasannya. Hal itu untuk kelangsungan pemuda negara kita agar menjadi lebih baik. Terima kasih. Wassalam.

Anangga K

Cluster Bavaria BV 6 No 16 Kota Modern, Tangerang

Dari artikel lain yang saya baca dijelaskan bahwa :

Produsen Indomilk sudah memberikan tanggapan atas Suara Publika tersebut pada hari Senin, 5 Desember 2011 yang lalu, namun terkesan berkelit dan tidak memberikan solusi atas persoalan perlindungan terhadap konsumennya ini.

Informasi dan promosi yang menyesatkan bagi konsumen yang dilakukan oleh produsen susu nasional tersebut. Pesan yang disampaikan oleh produsen Indomilk tersebut adalah hendak menyampaikan bahwa abnormalitas adalah suatu hal yang lumrah dan mengubah pandangan struktur keluarga yang selama ini di strukturkan sebagai seorang ayah, seorang ibu dan anak-anak.
Tidak biasanya Indomilk mengemas produknya seperti ini. Selama ini produk Indomilk digambarkan sebagai keluarga yang utuh dan normal.

Dari kemasan seperti itu jelas anak-anak sebagai pihak yang dirugikan dalam mengkonsumsi susu Indomilk tersebut. Disamping orang tuanya yang juga dirugikan, karena informasi berupa gambar itu berisi pesan berbahaya bagi masa depan anak-anaknya.

Sampai saat ini Indomilk belum bergeming, disamping komponen masyarakat yang lain yang seakan tak peduli dengan informasi produk susu yang menyesatkan ini. Ini merupakan salah satu bentuk kejahatan korporasi untuk mengelabui konsumennya agar mengkonsumsi barang yang diproduksinya dengan menyelipkan informasi dan promosi yang menyesatkan dan menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat pada umumnya. Penulis menduga ada pesan dan kampanye terselubung untuk melegalkan perkawinan sejenis.


>> Kira-kira seperti itu artikel yang saya baca, terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah Wallahu a’lam..


Related Post



5 comments:

  1. hmm ngeri juga ya abnormalitas dijadikan hal yang lumrah,,,
    padahal kan waktu dulu diajarin nya "ini ibu Budi"... lah sekarang apa ya???

    zaman sekarang ini ckckckck

    ReplyDelete
  2. @silviani : wuahahaaaa.... nanti diajarin "ini semuanya bapak budi" #kekekeke


    Hadeuhh gak tau dehh,, dunia emang semakin tua....

    ReplyDelete
  3. Kalau saya sebagai pihak produsen akan menjawab

    "oooh, maaf karena waktu sesi pemotretan model perempuannya sedang berhalangan hadir karena banjir di sana-sini dan dia tidak bisa berenang, makanya diwakilkan sama suaminya. Nih, ada surat kuasanya kok"

    hahahahahahahahahaahahah

    ReplyDelete
  4. @z104production: lho?? huahahahahaaa..... sumpah ngakak parah!!!

    ReplyDelete

Copyright © 2015 priawadi.com All Rights Reserved.